googlea8c6cc9aa051d646.html

Senin, 07 Oktober 2013

Rantai Revolusi
Dialog Imajiner Jokowi dan Bung Karno Tentang "Rodinda"
Anton DH Nugrahanto 
 

(Bung Karno dan Jokowi dalam Satu Nafas Revolusi)

Obrolan Bung Karno dan Jokowi saat memakai sepatu

Bung Karno : "Jadi Mas Wi, sebuah revolusi itu harus digerakkan dalam basis Rodinda..."

Jokowi : "Apa itu Rodinda, Pak?"

Bung Karno : "Rodinda, itu adalah Romantika, Dinamika dan Dialektika..."

Jokowi : "Maksudnya?"

Bung Karno :"Romantika adalah bagaimana membangun rasa cintanya rakyat, membangun kegembiraan rakyat, membentuk hubungan rasa antara pemimpin dan rakyat, dalam romantika rakyat dibawa pada kegembiraan, jadi dalam romantika ada unsur passion, gairah rakyat, hingga rakyat terbuka kesadarannya apa yang terjadi dalam diri mereka, dan ketika berjuang lepas dari itu, rakyat menjadi merasa tidak menderita, karena perjuangan adalah 'jalan untuk menderita' demi sebuah pembelian cita-cita....

Jokowi : 'Lantas dengan Dinamika?"

Bung Karno : "Dinamika adalah suatu keadaan setelah romantika, rakyat bergelora, maka rakyat diarahkan pada gerakan-gerakan besar menuju satu cita-cita pembebasan, di jaman kamu ini kegelisahannya adalah rakyat ditipu oleh para birokrat, para penggede, rakyat susah dan penggede berfoya-foya, kamu jalankan bagaimana rakyat harusnya bergerak dan berdinamika, bangun sebuah sistem yang partisipatif, rakyat harus punya cara menentukan nasibnya sendiri. Lantas dengan keadaan ketiga yaitu 'Dialektika', rakyat akan sadar setelah bergerak keadaan-keadaan apa yang melingkupinya, rakyat bergerak seperti apa? apa yang mempengaruhi di lingkungan sekitarnya nah disinilah fungs-fungsi yang menghidupkan nyawa sebuah revolusi di tengah masyarakat... Sebuah Rodinda : 'Romantika, Dinamika dan Dialektika..." sumber : 
UA-45797163-1