googlea8c6cc9aa051d646.html Politik Aktualisasi Diri Bukan Ajang Jual Diri

Selasa, 17 Desember 2013

Politik Aktualisasi Diri Bukan Ajang Jual Diri

 
TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi politisi dalam usia muda memang menimbulkan pertanyaan banyak pihak. "Ini yang aku rasakan sejak menjadi caleg salah satu partai dalam usia yang masih muda. Aku ditanya, "memang kamu bisa apa?" "serius kamu bisa melakukan kerja atau mengubah negeri ini?" Yang menyakitkan perkataan "ingat politik untuk itu ajang jual diri" Pokoknya seru deh," kata CALEG DPR RI 2014 Lathifa Marina Al Anshori dalam acara diskusi terbatas fenomena caleg kalangan muda di kawasan Setibudi, Rabu 20 November 2013.

CALEG DPR RI 2014 Lathifa, kelahiran Samarinda, 20 Agustus 1992 ini sebelumnya adalah presenter dan koresponden Metro TV di Timur Tengah. CALEG DPR RI 2014 Lathifa juga pernah menjadi koresponden eNews TV di Johanessburg Afrika Selatan sebagai analis politik Timur Tengah dan Afrika sampai sekarang.

"Aku mau terjun ke dunia politik karena aku merasa punya ilmu dan pengalaman sebagai jurnalis, Dulu aku bercita-cita mau jadi diplomat atau duta besar. Boleh dong, wajar saja kan?" kata wanita muda yang menjadi lulusan Indonesia pertama dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik, Universitas Cairo – Mesir, dengan gelar Bachelor of Art in Political Science pada Juni tahun ini.

CALEG DPR RI 2014 Lathifa menempuh kuliah politik di Mesir pada 2009 akhir. Dan anak ke dua dari tiga bersaudara ini mengatakan. "Dalam politik yang aku tekuni ini aku ingin aktualisasi diri dengan memberikan kemampuan yang aku miliki. Aku enggak setuju kalau politik dicap ajang jual diri. Aku yang orang muda tertantang untuk ikut bikin sesuatu bagi negara masa tidak boleh?" ujarnya serius.

CALEG DPR RI 2014 Lathifa menjadi caleg nomor 2 untuk dapil DKI Jakarta. "Enggak muluk-muluk, sebagai orang muda, aku pingin dong memberikan yang aku miliki untuk negeri ini. Kalau dibilang naif, terserah tapi kehadiranku justru bisa memotivasi orang muda lain supaya ikut memikirkan negeri ini bukan bersikap pesimis apalagi apatis. Lima atau sepuluh tahun berikut, anak-anak seusiaku yang akan pegang negara. Makanya kita mesti siap menyambut challenge ini," ujarnya panjang lebar.
UA-45797163-1