googlea8c6cc9aa051d646.html DPC PARTAI NASDEM KEMAYORAN

Rabu, 29 Januari 2014

Surya Paloh: Saksi NasDem terima dana APBN pasti dipecat!



Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan akan memecat saksi dari partainya yang menerima jatah dana saksi untuk partai peserta Pemilu. Paloh menolak saksi partai di TPS dibiayai pakai APBN.

"Pasti kami pecat. Tanpa ada sidang-sidangan," kata Surya di sela-sela Penutupan Rapat Koordinasi Pemenangan Pemilu Partai NasDem di Ancol, Jakarta, Minggu (26/1).

Penolakan Partai NasDem atas kebijakan menggunakan uang negara untuk membiayai para saksi parpol di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak main-main. NasDem menginstruksikan seluruh saksinya untuk mengembalikan honor yang disodorkan kepada mereka.

"Saya instruksikan kepada seluruh kader NasDem yang saat hari pemungutan suara dipercaya jadi saksi di TPS-TPS, untuk mengembalikan honor yang diberikan oleh penyelenggara pemilu karena bersumber dari keuangan negara," katanya.

Menurut Surya, partainya tidak ikut dalam keputusan menggunakan uang negara untuk kegiatan pengawasan pemilu tersebut. Surya berharap ada rasa empati dan parpol lain untuk kondisi masyarakat yang sedang terbebani kemelaratan dan musibah.

"Sebaiknya dana bagi para saksi sebesar Rp 700 miliar yang bersumber dari APBN dialokasikan kepada rakyat Indonesia yang kini sedang tertimpa bencana alam," tegasnya.

Ia menambahkan, NasDem akan menggelar pelatihan tersendiri bagi para saksinya di TPS, pada Februari mendatang. Pelaksana pelatihan adalah masing-masing kepengurusan Partai NasDem di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan keputusan pemerintah untuk membiayai dana saksi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak tepat. Mengingat tugas Bawaslu sebagai pengawas pemilu, bukan menjadi kasir bagi partai politik.

Selasa, 28 Januari 2014

5 Alasan saksi parpol tak pantas dibiayai APBN


1. Terima anggaran saksi, parpol seperti fakir miskin


Merdeka.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) meminta partai politik dana saksi partai politik sebesar Rp 654,9 miliar. Bila parpol menerima sama saja membuktikan bahwa parpol fakir miskin, yang tidak mampu membayar saksi parpol di TPS.

"Partai politik seperti fakir miskin yang harus terus menerus dipelihara oleh negara. Padahal, banyak orang miskin dan janda terlantar, negara selalu mengabaikan kehidupan mereka," ujar Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi.

Seharusnya, dalam logistiknya untuk anggaran saksi sudah disiapkan oleh pimpinan partai. Bukan dengan cara meminta anggaran negara dengan seolah-olah partai politik itu miskin atau para caleg mereka miskin, tidak punya duit. Salah satu poin penolakan terhadap dana saksi partai politik adalah mekanisme pemberian dana. Di mana dana tersebut akan ditampung dan dengan bagaimana dana tersebut diberikan.


2. Mekanisme pemberian belum jelas  

Salah satu poin penolakan terhadap dana saksi partai politik adalah mekanisme pemberian dana. Di mana dana tersebut akan ditampung dan dengan bagaimana dana tersebut diberikan.

Bawaslu sendiri diyakini tidak mampu mengelola dana saksi tersebut karena hal ini akan semakin membebani. "Bawaslu secara kelembagaan sebagai badan pengawas, sangat terbebani bila alokasi anggaran ditempatkan pada rekening Bawaslu," ujar Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi. 

Terbebani, katanya, disebabkan lembaga Bawaslu bukan lagi sebagai pengawas pemilu, tetapi sudah menjadi "lembaga pembina" seperti kementerian dalam negeri, bila rekening anggaran saksi untuk partai politik ada dalam rekening Bawaslu.

3. Lebih baik untuk korban bencana

 Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai NasDem Provinsi Papua, Demas Patty menegaskan menolak menerima dana pengawasan Pemilu yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada sejumlah parpol.

"Sesuai dengan instruksi partai dan hasil rakernas dua hari sebelumnya. Partai NasDem di Papua juga menegaskan menolak menerima dana pengawasan Pemilu," kata Demas seperti dikutip dari Antara, Senin (27/1).

Ia menyampaikan bahwa dana pengawasan Pemilu yang berjumlah ratusan miliaran rupiah untuk 12 parpol di tanah air, itu lebih baik disumbangkan untuk rakyat yang terkena bencana disejumlah daerah.

"Saya kira dana sebesar itu akan lebih bijak jika digunakan untuk menanggulangi bencana disejumlah daerah dari pada digunakan untuk partai," katanya.

4. Bawaslu jadi kasir Parpol


Pembiayaan honor saksi dalam pelaksanaan pemilu melalui dana APBN dinilai menjadikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai alat partai politik. Padahal UU Nomor 2/2008 mengatur secara tegas, tidak ada APBN dan APBD untuk kebutuhan partai politik di tanah air.

Ketua Perludem, Didik Supriyanto mengatakan, sebelumnya parpol memang direncanakan mendapat pembiayaan dari negara, namun ditolak. Sebab mereka tidak ingin repot dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban.

"Sedangkan sekarang ini, mereka tidak perlu susah-susah karena ada Bawaslu yang meminta dana tersebut. Jadi, lembaga itu dijadikan alat oleh parpol," kata Didik pada Republika di Jakarta, Ahad (26/1).

5. Dana saksi bisa jadi 'bom waktu' parpol

Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengingatkan partai politik peserta Pemilu 2014 selalu waspada terkait saksi parpol dari Pemerintah. Menurut Tjahjo, dana saksi tersebut seperti halnya 'bom waktu' bagi parpol. 

Bom waktu yang dimaksud Tjahjo adalah penggunaan dan laporan pertanggungjawaban uang dari APBN untuk pembiayaan saksi partai peserta pemilu.

"Isu krusial yang harus bisa dijawab apakah partai mampu menjamin bahwa uang saksi dari Negara akan sampai kepada saksi partai di setiap TPS. Bagaimana penyerahannya? Lewat KPU atau langsung dibagikan kepada masing-masing parpol," ujar Tjahjo.






Senin, 27 Januari 2014

PARTAI NASDEM MEMPERSENJATAI SAKSI SAKSINYA DI TPS DENGAN GUNTING KUKU

Partai Nasional Demokrat (NasDem) bakal "mempersenjatai" saksi-saksinya di tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan umum nanti pakai gunting kuku.

Hal tersebut, diutarakan Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan mengatakan dalam Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu, di Hotel Mercure, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Minggu (26/01/2014).

"Dengan begitu, kami memerintahkan para saksi untuk menggunting kuku petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara  (KPPS) yang panjang, karena bisa merusak suara," kata Ferry.

Ferry menerangkan, sekitar 500 ribu saksi Partai Nasdem tidak hanya diberi pembekalan teoritis, tapi hal teknis secara detail.

Bahkan, kata dia, para saksi juga akan diajarkan untuk memeriksa meja yang digunakan KPPS ketika menghitung perolehan suara pemilih.

"Jangan biarkan satu suara pun hilang untuk partai nomor satu," kata Ferry menutup pidatonya.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan, partainya sangat rentan menjadi korban kecurangan yang diperbuat penyelenggara pemilu.

"NasDem sebagai partai baru, sangat rentan terhadap penyelenggara pemilu yang tidak kokoh mempertahankan pemilu yang jurdil," tegasnya.

Karenanya, Paloh meminta kepada seluruh penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat pemilih agar proaktif untuk mengawasi pelaksanaan pentas kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Sabtu, 18 Januari 2014

KADER PARTAI NASDEM KEMAYORAN BANTUAN BANJIR 2014

BANTUAN BANJIR 2014 PARTAI NASDEM VIDEO
VIDEO1 VIDEO2
Kader Partai NasDem Kecamatan Kemayoran memberikan bantuan terhadap korban banjir diwilayah Kecamatan Kemayoran. Dalam kesempatan ini Partai NasDem Kecamatan Kemayoran bukan dalam rangka kampanye, melainkan ingin membuktikan bahwa Partai NasDem Kemayoran peduli terhadap warga Kemayoran Khususnya yang tertimpa musibah Banjir yang hampir dibilang merata diwilayah ini. Pada kesempatan ini juga Partai NasDem Kemayoran juga berharap agar Partai Politik lainnya juga ikut serta berbagi serta peduli terhadap korban musibah Banjir yang cukup parah kali ini. Terima kasih kepada Bapak
BUDI SANTOSO SE.CALEG DPRD NO.URUT 5 Partai NasDem turut ikut ambil bagian, Hadir pula dalam penyerahan bantuan Sekretaris DPD Bapak Riyanto, dan Wakil Ketua Bapak Herman AG Munte mewakili Partai NasDem tingkat kota. Mari bersama sama bahu membahu membantu para korban Banjir 2014, untuk para saudaraku yang membantu baik tenaga dan materi  semoga amal serta hidayahnya direstui untuk dapat menjadi contoh serta teladan bagi yang lainnya.  Evry Sudharsono NasDem Kemayoran.

NASDUK+NASDEM MBAK WAR LARIS MANIS SAAT BANJIR

Mbak War warga serdang baru Kemayoran Jakarta Pusat kebanjiran air sekaligus kebanjiran rejeki. Hujan yang tak urung berhenti semenjak semalam membuat semangatnya untuk tetap berjualan, walau semua peralatan dapur serta Nasi Uduk dagangannya terlanjur dibuat. Siapa yang tau bahwa banjir akan datang, akan tetapi Ibu yang satu ini yang setiap harinya berdagang dari Nasi Uduk sangat berharap besar bahwa besok Nasi Uduknya akan Laris. Bagaimana tidak hampir semua di kecamatan Kemayoran Khusunya wilayah yang terendam air cukup luas, pastinya para ibu ibu tidak dapat melakukan aktivitas memasak dikarenakan semua peralatan memasak termasuk kompor terendam banjir. Mengungsi jalan satu satunya yang harus ditempuh untuk sementara waktu sambil menunggu air surut. Nah dalam waktu sekejap NasDuk+Nasdem mbak War habis di serbu para ibu ibu yang tidak dapat memasak karena banjir tersebut dan  juga alasan praktis untuk menghilangkan perut yang lapar. NasDuk+NasDem mbak War yang juga anggota NasDem adalah salah satu  pilihannya. Mbak War tetap tersenyum walau banjir datang he he. VIDEONYA  Oleh Evry Sudharsono NasDem Kemayoran.

Senin, 13 Januari 2014

KEGELISAHAN ANAK BANGSA DAN SECERCAH SINAR TERANG SANG SURYA.

Tak kenal maka tak sayang untuk ke beberapa kalinya saya katakan untuk sebutan seseorang yang sebelumnya saya tak kenal. Saat saya memutuskan untuk bergabung dengan Nasional Demokrat saat itu  pula tahun 2011 adalah merupakan pertimbangan yang awalnya berdasarkan figur atau sosok pemimpin yang saya tahu karena faktor  adanya  kesamaan suku serta peninggalan sisa karisma leluhurnya. Pandangan yang sangat sempit ternyata setelah menyadari bahwa saya berpikiran demikian saat itu. Setelah saya di pinjamkan sekeping DVD oleh Bapak Riyanto Sekretaris DPD Partai NasDem , bergetar bumi ini rasaya mendengar isi Pidatonya,  Sadar atau tidak sadar bahwa kita telah menerima sejak kita lahir Jaman dimana semakin lunturnya nilai Kebhinekaan kita  yang semakin hari semakin jarang di dengungkan atau di sebut sebut. Nasionalisme yang tersisa telah di porak porandakan dengan politik pemecah belah (Devide It en vera) yang pernah dilakukan oleh bangsa lain untuk menghancurkan bangsa kita dahulu sampai sekarang. Sampai saat ini akhirnya yang tersisa hanya nilai Kebhinekaan kita yang hanya sekedar retorika semata. Saat ini saya berumur 43 tahun era dimana saat Orde Lama hanya tinggal  kisah cerita yang saya tidak pernah alami di jamannya, sehingga era Orde Barulah yang ada dalam pemikiran Nasionalisme yang ada dalam otak saya saat ini. Entah dikarenakan faktor pencucian otak yang dilakukan di era orde baru untuk menghapus semangat nasionalisme di era orde lama ? saya tidak tahu. Yang pasti dari cerita heroik dari para tetua tetua yang saya temui serta dari apa yang saya baca, dengar, dan lihat di media baik itu cerita dokumenter masa lalu di jaman orde lama yaitu era dimana Pendiri Bangsa Indonesia (Founding Father) kita Bapak Ir. Soekarno hidup, saya sangat antusias ingin mengetahui, sampai akhirnya setelah banyak sekali bahan bacaan yang masuk kedalam pemikiran otak saya,  semangat nasionalisme  itu tertular secara perlahan tapi pasti tanpa bisa dihindari. Sosok tak kenal maka tak sayang kali ini yang saya maksud adalah seorang yang mungkin hidup dimasa kecilnya dan tumbuh remaja menjadi pemuda  merasakan dua masa di jaman Orde Lama dan juga di jaman Orde Baru. Pada kedua paradigma atau sudut pandang  tersebut yang pasti akan menjadikan perbandingan berat nasionalisme yang tumbuh dalam diri seseorang untuk memutuskan menjadi nasionalisme demokrasi tanpa kepura puraan atau rekayasa. Hanya dua orang dalam sejarah saya hidup mendengar orang berbicara dimimbar dengan pidato yang menggelegar  yang dengan lantang serta gagah berani serta jujur tanpa kepura puraan berbicara tentang rencana perubahan masa depan bangsa dan negara yang membuat bulu kudukku  berdiri, membuat jantung berdegup penuh semangat, membuat hati memutuskan untuk menyingsingkan lengan baju untuk berpikir, berbuat sesuatu mewujudkan perubahan yang dimulai dari dalam diri kita terlebih dahulu. Itulah sosok SECERCAH SINAR TERANG SANG SURYA yang dihadang untuk mencuat  kepermukaan menyatukan semua visi anak bangsa. Boleh saya katakan dan anda setuju dengan apa yang saya katakan setelah mendengar PIDATONYA yang menggelegar mengetuk hati setiap anak bangsa di Republik Indonesia yang kita cintai ini. Boleh anda beranggapan semua ini hanya propaganda akan tetapi sebelum itu saya berharap siapapun untuk mendengar dia berbicara di atas mimbar sebagai seorang Negarawan Bapak Surya Paloh bersumpah atas nama Yang Maha Kuasa dalam sisa hidupnya beliau dedikasikan untuk dapat bersama sama melihat Gelombang  Arus Besar Perubahan Indonesia baru bersama Partai yang beliau dirikan sendiri yaitu PARTAI NASIONAL DEMOKRAT atau Partai NasDem Gerakan Perubahan. Oleh Evry Sudharsono 
UA-45797163-1